Langsung ke konten utama

Sosial Media dan Manusia Konsumtif, Besarkah Dampaknya ?

                                                                      dok : internet

Sosial Media dan Manusia Konsumtif ? Besarkah Dampaknya ?

           Oke, kali ini saya merasa tertantang oleh senior Aziz  untuk membuat sebuah wacana tentang  media sosial. Ya walaupun aku paling kecil sendiri, tapi paling tidak ada usaha lah untuk menorehkan pena tulisan hehe. Sosial media tentu sudah tidak asing lagi bagi kita semua. Dari mulai anak sd sampai orang tua mustahil untuk jauh darinya. Dari mulai facebook, twitter, line, whatsapp, bbm, youtube, bahkan yang lagi nge-trend yaitu instagram  dan masih banyak lagi. Setiap detik pengguna seakan-akan tidak mampu lepas darinya, ia bahkan seperti pacar dalam hidup, galau dan baper kalau ketinggalan update. Mulai dari bangun pagi update status, mau makan update status kemudian difoto terus diunggah, mau mandi update status, bahkan sampai buang air besar aja update status, aktifitas ini seakan-akan sudah menjadi kewajiban bagi pengguna. Bahkan ada yang merelakan tahan rasa lapar demi beli kuota, oh mirisnya . Ini merupakan salah satu dampak dari perkembangan teknologi modern masa kini. Namun semua itu memang tidak terlepas dari kebutuhan manusia yang konsumtif dan selalu merasa kurang puas, jadi pikirannya didorong melakukan hal yang lebih, lebih dan lebih. Terbukti dengan adanya inovasi yang terus dilakukan dari beberapa media yang tidak mau kalah, bahkan ini menjadi persaingan ketat dalam pemasaran di dunia maya.
         Berbicara tentang manusia modern yang konsumtif terhadap teknologi masa kini memang tidak terlepas dari kebutuhannya dalam segala hal. Contohnya saja dalam bidang  pekerjaan, terkadang pegawai dalam situs toko online shop, pabrik distributor, sales, dll dituntut untuk mempunyai banyak koneksi dengan orang lain agar barang jualannya laku. Contoh terdekatnya saja ya, teman saya yang bernama Naysila mahasiswi jurusan PAI , dia sudah berbisnis online dari SMA . Usahanya ini di Oriflame menuai banyak keuntungan karena dia banyak koneksi di social media. Dengan hadirnya social media akan sangat mempermudah bagi usahanya . Semakin banyak yang tau, maka otomatis penjualannya akan semakin meningkat dan menghasilkan banyak keutungan. Selain itu dampak terbesarnya  berpengaruh juga terhadap ekonomi dalam suatu negara.
         Membahas sosial media memang tidak ada henti-hentinya. Jika tadi saya mengungkapkan salah satu kelebihannya, tapi disisi lain dampak negatifnya juga ada. Salah satunya, mungkin terjadi pelanggaran moral dengan terbukti banyak sekali bermunculan fenomena foto yang tidak selayaknya, terjadi penipuan ini itulah. Bahkan ada yang sampai pacaran lewat media sosial padahal pun berakhir dengan kandas juga, melihat kenyataan yang ada hehe peliknya.
         Tapi itu semua tentu akan kembali kepada diri pengguna masing- masing. Berguna kah sosial media atau justru menyesatkan, itu semua akan kembali kepada pengguna. Bagaimana ia mempergunakan sosial media sebagai ajang yang positif, bukan untuk hal yang negatif.
          Oke mungkin cukup itu tulisan dari saya , hehe apalah daya yang masih belajar. Mungkin saya akan tutup tulisan ini dengan petuah dari Al Ghazali “ kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis”.

Oleh : Fatimatur Rohmah

Ditantang oleh mz Aziz :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melihat Dunia di Balik Jeruji Besi

"Aku tidak pernah bilang bahwa aku pasrah berpuas diri dengan kehidupan di balik jeruji. Lagi pula, Tuhan para beruang tidak mencipta kami untuk itu,  melainkan untuk menikmati kebebasan tak terbatas es arktik." Aku dalam novel yang ditulis oleh Claudio Orrego Vicuna ini digambarkan oleh seekor beruang. Besar, kuat dan memiliki bulu yang amat tebal, Baltazar namanya. Ia ditangkap oleh para pemburu, dirumahkan di kebun binatang Cile. Sejak saat itu kebebasannya dirampas, kehidupannya terusik oleh ulah para penjaga. Baltazar digambarkan sebagai beruang yang tak biasa. Ia memiliki pemikiran yang arif, selera humornya yang manusiawi, serta sudut pandangnya yang unik. Dari balik jeruji besi itu,  ia merenungi situasinya untuk melucuti masalah-masalah kemanusiaan. Seperti halnya kekuasaan, penghambaan dan kebebasan. Penulis memberikan ruang beruang untuk bisa berfikir, layaknya manusia. Kelihaian penulis dalam menggambarkan perasaan Baltazar yang hidup di bawah tekanan, menerima...

Kasih Sayang atau Kepalsuan ?

    Dok : internet  Kasih Sayang atau kepalsuan?   Jangan-jangan hanya nafsu biologi saja, hati-hati tuh          Seketika itu saya terkesima dengan sebuah tulisan dalam sepucuk surat yang saya temukan di lemari si Diah “Aku sayang kamu, hidupku dan matiku hanya untukmu…”. Sontak saya langsung ketawa saja. Inikah yang namanya cinta ? inikah yang namanya kasih sayang ? atau ini hanya sebuah rayuan gombal dari jutaan laki-laki yang mengejar Diah ?, begitu banyak pertanyaan yang muncul dalam benak pikiran. Namun yang ingin saya ambil titik poinnya sii ya di kata “cinta dan kasih sayang” ini hehe. Banyak sekali orang yang tanggal 14 Februari melaksanakan perayaan hari Valentine, perayan ini sudah menjadi agenda wajib sepertinya dikalangan manapun. Biasanya sih ya, hari Valentine ini menjadi ajang untuk melakukan hal lebih kepada pasangan hidupnya. Termasuk melakukan hal yang tidak sewajarnya, contohnya saja terjadi pesta sexs, ciuman di...

Kala

dok : Internet                                                                                                         KALA Tetes airmata pun tak mengubah keadaan Kala itu Beribu rangkai kata kau ucap Tiada daya aku berkata Sempatkah kau menggenggam, Tanganku begitu dingin Tak juga kau tenangkan. Oh tuhan, Ternyata dia lebih memilih pergi Dibandingkan bertahan Ah, Kesakitan lagi Seperti  tak ada batasnya, Tetes airmata pun tak mengubah keadaan Kala itu Beribu rangkai kata kau ucap Tiada daya aku berkata Sempatkah kau menggenggam, Tanganku begitu dingin Tak juga kau tenangkan, Oh tuhan, Ternyata dia lebih memilih pergi Dibandingkan bertahan Ah, Kesakitan lagi Sepert...