Mata Kuliah :
Pendidikan Pancasila
1.
Kandungan
Pancasila sila 1-5 dalam Al Qur’an Juz 26
a.
Pancasila
sila 1
·
Al
Qur’an Surah Al Ahqaf ayat 4-5
قُلْ أَرَأَيْتُمْ مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَرُونِي مَاذَا خَلَقُوا مِنَ الْأَرْضِ أَمْ لَهُمْ شِرْكٌ فِي السَّمَاوَاتِ ۖ ائْتُونِي بِكِتَابٍ مِنْ قَبْلِ هَٰذَا أَوْ أَثَارَةٍ مِنْ عِلْمٍ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِين
قُلْ أَرَأَيْتُمْ مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَرُونِي مَاذَا خَلَقُوا مِنَ الْأَرْضِ أَمْ لَهُمْ شِرْكٌ فِي السَّمَاوَاتِ ۖ ائْتُونِي بِكِتَابٍ مِنْ قَبْلِ هَٰذَا أَوْ أَثَارَةٍ مِنْ عِلْمٍ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِين
Artinya :
4. Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu
sembah selain Allah; perlihatkan kepada-Ku Apakah yang telah mereka ciptakan
dari bumi ini atau Adakah mereka berserikat (dengan Allah) dalam (penciptaan)
langit? bawalah kepada-Ku kitab yang sebelum (Al Quran) ini atau peninggalan
dari pengetahuan (orang-orang dahulu), jika kamu adalah orang-orang yang
benar"
وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ مَنْ لَا يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَهُمْ عَنْ دُعَائِهِمْ غَافِلُونَ
وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ مَنْ لَا يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَهُمْ عَنْ دُعَائِهِمْ غَافِلُونَ
5. dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah
sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa) nya sampai
hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka?
b.
Pancasila
sila 2 :
·
Surat
Muhammad ayat 21
طَاعَةٌ وَقَوْلٌ مَعْرُوفٌ ۚ فَإِذَا عَزَمَ الْأَمْرُ فَلَوْ صَدَقُوا اللَّهَ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ
طَاعَةٌ وَقَوْلٌ مَعْرُوفٌ ۚ فَإِذَا عَزَمَ الْأَمْرُ فَلَوْ صَدَقُوا اللَّهَ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ
21. Ta'at dan mengucapkan
Perkataan yang baik (adalah lebih baik bagi mereka). apabila telah tetap
perintah perang (mereka tidak menyukainya). tetapi Jikalau mereka benar
(imannya) terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.
·
Surat
al Hujurat ayat 1-2
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
1. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah
dan Rasulnya[1407] dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha
mendengar lagi Maha mengetahui.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَرْفَعُوا أَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَلَا تَجْهَرُوا لَهُ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ أَنْ تَحْبَطَ أَعْمَالُكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تَشْعُرُونَ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَرْفَعُوا أَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَلَا تَجْهَرُوا لَهُ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ أَنْ تَحْبَطَ أَعْمَالُكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تَشْعُرُونَ
2. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu
melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang
keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain,
supaya tidak hapus (pahala) amalanmu[1408], sedangkan kamu tidak menyadari.
[1407] Maksudnya orang-orang mukmin tidak boleh menetapkan sesuatu
hukum, sebelum ada ketetapan dari Allah dan RasulNya.
[1408] Meninggikan suara lebih dari suara Nabi atau bicara keras
terhadap Nabi adalah suatu perbuatan yang menyakiti Nabi. karena itu terlarang
melakukannya dan menyebabkan hapusnya amal perbuatan.
·
Surat
al hujurat ayat 11-12
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ
أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ
يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا
تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ
الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
11. Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang
laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh Jadi yang ditertawakan itu
lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan
kumpulan lainnya, boleh Jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah
suka mencela dirimu sendiri[1409] dan jangan memanggil dengan gelaran yang
mengandung ejekan. seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk
sesudah iman[1410] dan Barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah
orang-orang yang zalim.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
12. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka
(kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari
keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang
diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka
tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
[1409] Jangan mencela dirimu sendiri Maksudnya ialah mencela antara
sesama mukmin karana orang-orang mukmin seperti satu tubuh.
[1410] Panggilan yang buruk ialah gelar yang tidak disukai oleh
orang yang digelari, seperti panggilan kepada orang yang sudah beriman, dengan
panggilan seperti: Hai fasik, Hai kafir dan sebagainya.
c.
PANCASILA
SILA 3
·
Al
hujurat ayat 13
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ
وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ
عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
13. Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang
laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan
bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling
mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.
Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.
d.
PANCASILA
SILA 4
·
Surat
Al Fath ayat 18
۞ لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَنْزَلَ السَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا
18. Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin
ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon[1399], Maka Allah
mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas
mereka dan memberi Balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat
(waktunya)[1400].
[1399] Pada bulan Zulkaidah tahun keenam Hijriyyah Nabi Muhammad
s.a.w. beserta pengikut-pengikutnya hendak mengunjungi Mekkah untuk melakukan
'umrah dan melihat keluarga-keluarga mereka yang telah lama ditinggalkan.
Sesampai di Hudaibiyah beliau berhenti dan mengutus Utsman bin Affan lebih
dahulu ke Mekah untuk menyampaikan maksud kedatangan beliau dan kamu muslimin.
mereka menanti-nanti kembalinya Utsman, tetapi tidak juga datang karena Utsman
ditahan oleh kaum musyrikin kemudian tersiar lagi kabar bahwa Utsman telah
dibunuh. karena itu Nabi menganjurkan agar kamu muslimin melakukan bai'ah
(janji setia) kepada beliau. merekapun Mengadakan janji setia kepada Nabi dan
mereka akan memerangi kamu Quraisy bersama Nabi sampai kemenangan tercapai.
Perjanjian setia ini telah diridhai Allah sebagaimana tersebut dalam ayat 18
surat ini, karena itu disebut Bai'atur Ridwan. Bai'atur Ridwan ini menggetarkan
kaum musyrikin, sehingga mereka melepaskan Utsman dan mengirim utusan untuk
Mengadakan Perjanjian damai dengan kaum muslimin. Perjanjian ini terkenal
dengan Shulhul Hudaibiyah.
[1400] Yang dimaksud dengan kemenangan yang dekat ialah kemenangan
kaum muslimin pada perang Khaibar.
e.
PANCASILA
SILA 5
·
Qur’an
Surah Muhammad ayat 37-38
إِنْ يَسْأَلْكُمُوهَا فَيُحْفِكُمْ تَبْخَلُوا وَيُخْرِجْ أَضْغَانَكُمْ
37. jika Dia meminta harta kepadamu lalu mendesak kamu (supaya
memberikan semuanya) niscaya kamu akan kikir dan Dia akan Menampakkan
kedengkianmu.
هَا أَنْتُمْ هَٰؤُلَاءِ تُدْعَوْنَ لِتُنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَمِنْكُمْ مَنْ يَبْخَلُ ۖ وَمَنْ يَبْخَلْ فَإِنَّمَا يَبْخَلُ عَنْ نَفْسِهِ ۚ وَاللَّهُ الْغَنِيُّ وَأَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ ۚ وَإِنْ تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُونُوا أَمْثَالَكُمْ
هَا أَنْتُمْ هَٰؤُلَاءِ تُدْعَوْنَ لِتُنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَمِنْكُمْ مَنْ يَبْخَلُ ۖ وَمَنْ يَبْخَلْ فَإِنَّمَا يَبْخَلُ عَنْ نَفْسِهِ ۚ وَاللَّهُ الْغَنِيُّ وَأَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ ۚ وَإِنْ تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُونُوا أَمْثَالَكُمْ
38. Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan
(hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada yang kikir, dan siapa yang
kikir Sesungguhnya Dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. dan Allah-lah
yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang berkehendak (kepada-Nya); dan
jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain;
dan mereka tidak akan seperti kamu ini.
2.
Resume
Sejarah Pancasila
Pancasila adalah falsafah negara
Indonesia, yang mengungkap begitu banyak makna dan dijadikan pedoman dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara. Tentu sebelum menjadi pancasila yang
seutuhnya ada begitu proses yang panjang. Ketika masa menjelang kekalahan
Tentara Kekaisaran Jepang di akhir perang Pasifik, tentara pendudukan Jepang
berusaha menarik dukungan rakyat Indonesia dengan membentuk Dokuritsu Junbi
Cosakai. Ketika Pra Kemerdekaan Dr. Radjiman Wediodiningrat, selaku Ketua Badan
dan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), pada tanggal 29
Mei 1945, meminta kepada sidang untuk mengemukakan dasar (negara) Indonesia
merdeka, permintaan itu menimbulkan rangsangan anamnesis yang memutar kembali
ingatan para pendiri bangsa ke belakang; hal ini mendorong mereka untuk
menggali kekayaan kerohanian, kepribadian dan wawasan kebangsaan yang terpendam
lumpur sejarah . Begitu lamanya penjajahan di bumi pertiwi menyebabkan bangsa
Indonesia hilang arah dalam menentukan dasar negaranya. Dengan permintaan Dr.
Radjiman inilah, figur-figur negarawan bangsa Indonesia berpikir keras untuk
menemukan kembali jati diri bangsanya.
Pada sidang pertama BPUPKI yang
dilaksanakan dari tanggal 29 Mei - 1 Juni 1945, tampil berturut-turut untuk
berpidato menyampaikan usulannya tentang dasar negara. Pada tanggal 29 Mei 1945
Mr Muhammad Yamin mengusulkan calon rumusan dasar negara :
1)
Peri
Kebangsaan
2)
Peri
Kemanusiaan
3)
Peri
Ketuhanan
4)
Peri
Kerakyatan
5)
Kesejahteraan
Rakyat.
Selanjutnya Prof. Dr. Soepomo pada tanggal 30 Mei 1945 mengemukakan
teori-teori Negara, yaitu:
1)
Teori
negara perseorangan (individualis)
2)
Paham
negara kelas
3)
Paham
negara integralistik.
Kemudian disusul oleh Ir. Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 yang
mengusulkan lima dasar negara yang terdiri dari:
1)
Nasionalisme
(kebangsaan Indonesia)
2)
Internasionalisme
(peri kemanusiaan)
3)
Mufakat
(demokrasi)
4)
Kesejahteraan sosial, dan
5)
Ketuhanan
Yang Maha Esa (Berkebudayaan)
Penemuan kembali Pancasila
sebagai jati diri bangsa terjadi pada sidang pertama BPUPKI yang dilaksanakan
pada 29 Mei sampai 1 Juni 1945. Pada tanggal 1 Juni 1945 di depan sidang
BPUPKI, Ir. Soekarno menyebutkan lima dasar bagi Indonesia merdeka. Sungguh pun
Ir. Soekarno telah mengajukan lima sila dari dasar negara, beliau juga
menawarkan kemungkinan lain, sekiranya ada yang tidak menyukai bilangan lima,
sekaligus juga cara beliau menunjukkan dasar dari segala dasar kelima sila
tersebut. Alternatifnya bisa diperas menjadi Tri Sila bahkan dapat dikerucutkan
lagi menjadi Eka Sila. Tri Sila meliputi: socio-nationalisme,
socio democratie dan ke-Tuhanan. Sedangkan Eka Sila yang
dijelaskan oleh Ir. Soekarno yaitu “Gotong Royong” karena menurut Ir. Soekarno
negara Indonesia yang kita dirikan haruslah negara gotong royong. Tetapi yang
lahir pada tanggal 1 Juni itu adalah nama Pancasila (di samping nama Trisila
dan Ekasila yang tidak terpilih). Ini bukan merupakan kelemahan Ir. Soekarno,
melainkan merefleksikan keluasan wawasan dan kesiapan berdialog dari seorang
negarawan besar. Faktanya Ir, Soekarno diakhir sejarah terbukti sebagai penggali
Pancasila, dasar negara Republik Indonesia.
Setelah sidang pertama BPUPKI
dilaksanakan, terjadi perdebatan sengit yang disebabkan perbedaan pendapat.
Karena apabila dilihat lebih jauh para anggota BPUPKI terdiri dari elit
Nasionalis netral agama, elit Nasionalis Muslim dan elit Nasionalis Kristen.
Elit Nasionalis Muslim di BPUPKI mengusulkan Islam sebagai dasar Negara, namun
dengan kesadaran yang dalam akhirnya terjadi kompromi politik antara Nasionalis
netral agama dengan Nasionalis Muslim untuk menyepakati Piagam Jakarta (22 Juni
1945) yang berisi “tujuh kata”: “…dengan kewajiban menjalankan syariat Islam
bagi pemeluk-pemeluknya” diganti menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Kesepakatan
peniadaan tujuh kata itu dilakukan dengan cepat dan legowo demi
kepentingan nasional oleh elit Muslim: Moh. Hatta; Ki Bagus Hadikusumo, Teuku
Moh. Hasan dan tokoh muslim lainnya. Jadi elit Muslim sendiri tidak ingin
republic yang dibentuk ini merupakan negara berbasis agama tertentu. Pada awal
kelahirannya, menurut Onghokham dan Andi Achdian, Pancasila tidak lebih sebagai
kontrak sosial. Hal tersebut ditunjukkan oleh sengitnya perdebatan dan
negosiasi di tubuh BPUPKI dan PPKI ketika menyepakati dasar negara yang kelak
digunakan Indonesia merdeka. Inilah perjalanan The Founding Fathers yang
begitu teliti mempertimbangkan berbagai kemungkinan dan keadaan agar dapat
melahirkan dasar negara yang dapat diterima semua lapisan masyarakat Indonesia.
3.
Nilai
Filosofi Pancasila Terhadap Kehidupan Berbangsa
dan Bernegara
dan Bernegara
Berbicara tentang nilai filosofis yang ada dalam pancasila, tentu akan
banyak sekali nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Setelah Indonesia diproklamirkan
kemerdekaannya pasca Perang Dunia kedua, dunia dicekam oleh pertentangan
ideologi kapitlisme dan komunisme. Ideology kapitalisme yang berakar pada
individualisme menjunjung tinggi kebebasan dan hak-hak individu, sedangkan
ideologi komunisme berakar pada faham sosialisme yang lebih mengedepankan
kepentingan masyarakat daripada kepentingan pribadi.paham ini melahirkan
negara-negara komunis yang otoriter dengan tujuan untuk melindungi kepentingan
rakyat dari eksploitasi segelintir warga
pemilik kapital.
Pertentangan ideologi ini juga berimbas pada negara Indonesia,
apalagi yang baru saja mendapatkan kemerdekaan. Namun tokoh-tokoh Indonesia
mampu melepaskan diri dari tarikan dua kutub ideology dunia tersebut, dengan
merumuskan pandangan dasar ( philosophische grandslog) pada sebuah konsep
filosofis yang bernama pancasila. Nilai nilai yang terkandung pada Pancasila
bahkan mampu menjadi penjaga keseimbang ( margin of appreciation) antara dua
ideology yang saling bertentanga, karena didalam pancasila hak-hak individu dan
masyarakat diakui secara proporsional.
Rumusan pancasila tidak hanya diambil dari pikiran logis-rasional,
tetapi digali dari akar masyarakat bangsa Indonesia sendiri. Nilai-nilai yang
ada sebenarnya sejak lama sudah ada dalam masyarakat nusantara. Oleh karena itu
Pancasila disebut mengandung nilai-nilai dasar filsafat ( philosophische
grandslog ), merupaka jiwa bangsa ( volksgeit) atau jati diri bangsa (
innerself of nation) dan menjadikannya cara pandang hidup ( way of life) bangsa Indonesia yang sesungguhnya. Dengan
demikian dapat dikatakan bahwa Pancasila tentu menjadi karakter bangsa, yang
membedakan bangsa Indinesia dengan bangsa- bangsa lainnya. Pendidikan tentu
sangat diperlukan karena dengan cara itulah karakter bangsa dapat dilestarikan,
terpelihara dari ancaman gelombang globalisasi yang semakin besar.
Komentar
Posting Komentar