Langsung ke konten utama

Menjaga Tradisi di Hari ke-7 Idul Fitri

Doc : Masyarakat
"menjaga tradisi yang ada dan melestarikannya"
   Pagi hari tadi tentu terlihat uforia berbeda. Banyak masyarakat yang berjalan menuju kuburan di dusun Dawang, Gondangrejo Kecamatan Windusari. Pemandangan seperti ini tak seperti biasanya. 

       Jika dihari kamis hanya ada beberapa orang saja yang berziarah ke kuburan, namun kali ini tidak. Benar sekali jika suasana tidak seperti biasanya, karena tradisi ziarah ini dilakukan pada bulan Syawal atau Idul Fitri. 

     Tradisi ziarah kubur yang disertakan pengajian di dusun tersebut memang sudah berjalan lama, hal yang membuatnya berbeda dengan ziarah dihari-hari biasa adalah pelaksanaan ziarah kubur ini dikhususkan pada hari ke-7 bulan Syawal atau Idul Fitri disertai tausiah dari Kyai. Biasanya banyak pula peziarah yang datang dari luar dusun atau desa.

        Masyarakat di dusun Dawang datang ke kuburan begitu awal, pukul enam pagi. Memang sengaja mereka datang lebih awal untuk membersihkan kuburan kerabatnya. Pikirnya agar bersih dan enak dipandang pula, selain itu mereka lebih punya banyak waktu untuk mendoakan kerabatnya dikuburan tersebut. 

          Banyak warga yang mendatangi acara tersebut, karena mereka ingin turut pula mendoakan kerabatnya yang sudah mendahului mereka. Tak jarang pula terlihat anak-anak kecil disana. Sehingga suasana yang harusnya diam dan tenang, agaknya terganggu oleh suara anak kecil. Bahkan tangisan pun juga ada. 

     "Tradisi ini sudah selayaknya dijaga, kalau bukan para pemuda-pemudi di dusun , siapa lagi ?" begitulah perkataan Abdullah (15) selaku pemuda di dusun Dawang. Belajar dari hal apapun, memang perkataan Abdul ini benar. Indonesia sangat kaya akan tradisi, sepatutnya tradisi itu dijaga dan dilestarikan. Asalkan masih dalam koridor yang positif. 

  Ada begitu banyak pesan yang disampaikan oleh Bapak Suyoto selaku penceramah dalam ziarah. Mencoba megayomi masyarakat untuk selalu menjaga tradisi yang ada, berbuat baik dalam segala hal. Itulah salah satu pesan dari beliau. 

  Selama tradisi itu lebih banyak manfaatnya, mengapa tidak. Jika dengan kegiatan tersebut mampu menambah kerekatan tali persaudaraan pula di masyarakat, mengapa tidak ? 
Selain itu nilai ibadah pun juga tidak perlu dipertanyakan, karena dengan ziarah ke kuburan tersebut membuktikan bahwa kasih sayang kerabat yang masih hidup tidak akan lepas begitu saja kepada kerabat yang sudah mendahuluinya. 

Fatim. 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melihat Dunia di Balik Jeruji Besi

"Aku tidak pernah bilang bahwa aku pasrah berpuas diri dengan kehidupan di balik jeruji. Lagi pula, Tuhan para beruang tidak mencipta kami untuk itu,  melainkan untuk menikmati kebebasan tak terbatas es arktik." Aku dalam novel yang ditulis oleh Claudio Orrego Vicuna ini digambarkan oleh seekor beruang. Besar, kuat dan memiliki bulu yang amat tebal, Baltazar namanya. Ia ditangkap oleh para pemburu, dirumahkan di kebun binatang Cile. Sejak saat itu kebebasannya dirampas, kehidupannya terusik oleh ulah para penjaga. Baltazar digambarkan sebagai beruang yang tak biasa. Ia memiliki pemikiran yang arif, selera humornya yang manusiawi, serta sudut pandangnya yang unik. Dari balik jeruji besi itu,  ia merenungi situasinya untuk melucuti masalah-masalah kemanusiaan. Seperti halnya kekuasaan, penghambaan dan kebebasan. Penulis memberikan ruang beruang untuk bisa berfikir, layaknya manusia. Kelihaian penulis dalam menggambarkan perasaan Baltazar yang hidup di bawah tekanan, menerima...

Kasih Sayang atau Kepalsuan ?

    Dok : internet  Kasih Sayang atau kepalsuan?   Jangan-jangan hanya nafsu biologi saja, hati-hati tuh          Seketika itu saya terkesima dengan sebuah tulisan dalam sepucuk surat yang saya temukan di lemari si Diah “Aku sayang kamu, hidupku dan matiku hanya untukmu…”. Sontak saya langsung ketawa saja. Inikah yang namanya cinta ? inikah yang namanya kasih sayang ? atau ini hanya sebuah rayuan gombal dari jutaan laki-laki yang mengejar Diah ?, begitu banyak pertanyaan yang muncul dalam benak pikiran. Namun yang ingin saya ambil titik poinnya sii ya di kata “cinta dan kasih sayang” ini hehe. Banyak sekali orang yang tanggal 14 Februari melaksanakan perayaan hari Valentine, perayan ini sudah menjadi agenda wajib sepertinya dikalangan manapun. Biasanya sih ya, hari Valentine ini menjadi ajang untuk melakukan hal lebih kepada pasangan hidupnya. Termasuk melakukan hal yang tidak sewajarnya, contohnya saja terjadi pesta sexs, ciuman di...

Kala

dok : Internet                                                                                                         KALA Tetes airmata pun tak mengubah keadaan Kala itu Beribu rangkai kata kau ucap Tiada daya aku berkata Sempatkah kau menggenggam, Tanganku begitu dingin Tak juga kau tenangkan. Oh tuhan, Ternyata dia lebih memilih pergi Dibandingkan bertahan Ah, Kesakitan lagi Seperti  tak ada batasnya, Tetes airmata pun tak mengubah keadaan Kala itu Beribu rangkai kata kau ucap Tiada daya aku berkata Sempatkah kau menggenggam, Tanganku begitu dingin Tak juga kau tenangkan, Oh tuhan, Ternyata dia lebih memilih pergi Dibandingkan bertahan Ah, Kesakitan lagi Sepert...